colourful


live... love... laugh...

LIVE like it's the greatest gift ever! LOVE yourself like a fat kid loves cake! LAUGH like you have never laughed before
sama 

Kamis, 23 Juni 2011

wise wisdom

People are disturbed not by things, but by the view they take of them.
- Epictetus
I believe that the entire effort of modern society should be concentrated on the endeavor to outlaw war as a method of the solution of problems between nations.
- Douglas MacArthur
Preventive war was an invention of Hitler. Frankly, I would not even listen to anyone seriously that came and talked about such a thing.
- Dwight D. Eisenhower
I believe in only one thing: liberty, but I do not believe in liberty enough to want to force it upon anyone.
- H. L. Mencken
Unreason is mostly not the practice of doing without reasoning altogether, but of relying on very primitive and very defective reasoning.
- Amartya Sen
Analyses of others are actually expressions of our own needs and values.
- Marshall Rosenberg
We can have democracy in this country, or we can have great wealth concentrated in the hands of a few, but we can't have both.
- Louis D. Brandeis
The mind thinks thoughts that we don't plan. It's not as if we say, "At 9:10 I'm going to be filled with self-hatred."
- Sharon Salzberg
A perpetual holiday is a good working definition of hell.
- George Bernard Shaw

You can't punish yourself into change. You can't whip yourself into shape. But you can love yourself into well-being.
- Susan Skye

ketulusan hati seorang perempuan

Ketulusan Hati seorang Perempuan
Boy adalah seorang cowo yg menjadi buta karena sebuah kecelakaan.
Sejak ia menjadi buta, ia merasa terasing dari lingkungannya.
Ia merasa tidak ada seorang pun yg memperhatikan atau menyayanginya..

Hingga kemudian hadirlah Girl dalam hidupnya.
Girl sangat sayang dan perhatian pada Boy.
Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Boy sebagai suatu kekurangan yg berarti.
Ia sungguh-sungguh mencintai Boy dengan tulus.

Suatu hari berkatalah Boy kepada Girl..

B : Girl, mengapa kamu begitu menyayangiku..?

G: hmmm.. entahlah.. aku tidak pernah tau alasan mengapa aku begitu menyayangimu. Yg aku
tahu, aku benar-benar tulus menyayangimu Boy.. (tersenyum)

B : tapi.. aku kan buta.. apa yg bisa aku perbuat untukmu..? apa yg bisa aku berikan buatmu..?

G : Boy.. aku tidak mengharap apapun darimu.. buatku.. kamu bisa ceria setiap hari dan
menyayangiku dengan tulus itu sudah cukup..aku senang ketika kau merasa senang..

B : (terharu) belum pernah ada orang yg begitu menyayangi aku yg buta seperti ini..

G : (menggenggam tangan Boy sambil tersenyum)

B : Girl.. kalo sampai suatu saat nanti aku bisa melihat lagi.. aku pasti akan menikahimu..karena
hanya kamu satu-satunya orang yg dengan tulus menyayangiku...

G : benarkah..?

B : iya..aku janji..kalau suatu saat nanti aku bisa melihat, PASTI aku akan menikahimu..

G : (terharu) terima kasih Boy.. aku sangat menyayangimu...

B : (tersenyum) ya.. aku tahu itu.. aku juga sangat menyayangimu Girl..

Singkat cerita..
Boy melakukan operasi cangkok mata dan berhasil, ia mampu melihat lagi..
Ia pun tidak sabar untuk segera menemui Girl..

Pergilah ia mencari Girl..
sampai ia berhasil menemukannya...
Namun...
alangkah terkejutnya ia mengetahui bahwa ternyata Girl adalah seorang gadis buta..
Ia tidak bisa menerimanya.. Ia pun menolak Girl..
Ia lupa akan semua janjinya...

G : Boy..bukankah kamu sudah berjanji akan menikah denganku..?

B : ummm....(bimbang) ya memang aku pernah berkata begitu, tapi tidak dengan keadaanmu yg
seperti ini..

G : Bagaimana mungkin kamu mengingkari janjimu sendiri..? bukankah kau bilang hanya
aku satu-satunya orang yg menyayangimu..?

B : eeeerr...maaf Girl.. tapi aku tidak bisa menikah dengan gadis buta..maaf..

Boy pun pergi meninggalkan Girl..

Girl yang kecewa dan merasa dikhianati.. memilih untuk bunuh diri..
Saat ia ditemukan meninggal.. ada sepucuk surat di sakunya..
Dear Boy...
Memang tidak banyak yg bisa aku berikan padamu.. Tidak banyak yg bisa aku lakukan untukmu...
Namun aku sungguh-sungguh tulus menyayangimu...
Semoga kedua mataku itu bisa berguna bagimu..
Bisa membawakan terang dan keceriaan dalam hidupmu kembali..

~Kadang kala kita tidak boleh melihat sesuatu hanya dengan mata.. melainkan juga dengan hati kita. Mata itu bisa menipu, namun hati tidak. Kata hati selalu merupakan kejujuran terdalam dalam hidup manusia..~

jagalah lidahmu

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman." (Matius 12:36)
Kalau kita melihat Amsal, ada banyak nasehat mengenai "menjaga lidah" ini, namun firman Tuhan Yesus pada ayat di atas jauh lebih keras.
Mulut orang benar mengeluarkan hikmat, tetapi lidah bercabang akan dikerat (Amsal 10:31)
Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. (Amsal 12:18)
Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata. (Amsal 12:19)
Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya. (Amsal 12:22)
Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan. (Amsal 15:2)
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. (Amsal 18:21)
Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; (Mazmur 34:13)
kata sia-sia adalah kata yang tidak berguna, bukan cuma perkataan yang jahat atau menipu atau umpatan atau tidak bijaksana, tapi setiap kata yang tidak membangun sesama, setiap kata yang tidak berkenan kepada-Nya, setiap kata yang kita ucapkan tanpa dipikir, atau asal-asalan. Dan Tuhan Yesus berfirman bahwa setiap kata sia-sia itu harus kita pertanggungjawabkan kelak.
"Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman." (1 Timotius 6:20-21)
Berapa sering Anda menggerutu, mengeluh atau bahkan mengumpat pada sesama? berapa sering Anda terpancing membicarakan perihal orang lain dan memberi komentar yang tidak berguna? "ya, dia memang orangnya ngga jujur", "dia dulu kan pernah suka sama si anu", "mungkin memang sifat dasarnya pemalas", dan seterusnya. Seringkali saat kita berbincang dengan teman tanpa sadar kita masuk ke dalam arus pembicaraan mereka, mulai membicarakan si A, si B dan seterusnya. tanpa sadar, sering kita memberikan komentar yang asal cuap dan tidak berguna. Kita mungkin menganggap itu biasa, tapi ingatlah, Saudara, jika kata-kata yang Anda sampaikan tidak membuat lawan bicara Anda memperoleh sesuatu yang lebih baik, maka kata-kata Anda masuk kategori sia-sia. berusahalah bijak saat diminta untuk mengomentari seseorang, bila Anda tidak tahu yang sebenarnya, sebaiknya Anda tidak memberi komentar. Jangan asal bicara.
"Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi." (Amsal 10:19)
Paling aman memang diam. pepatah kuno mengatakan bicara adalah perak tetapi diam adalah emas. belajar untuk diam adalah langkah awal.
"Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;" (Yakobus 1:19)

Berpikirlah setiap kali Anda hendak bicara. pikirkanlah apakah kata-kata yang Anda ucapkan ada gunanya bagi orang lain? berguna untuk membangun, berguna untuk menghibur, berguna untuk memberi semangat, berguna untuk menguatkan iman, berguna untuk memberikan pengharapan, berguna untuk menyatakan kebenaran, berguna untuk mendamaikan, berguna bagi kemuliaan Allah? Jika Anda tidak yakin kata-kata Anda berguna, mungkin lebih baik Anda diam dulu.

"Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya." (Yakobus 1:26)

Betapa berbahayanya lidah kita Saudara! sayang bukan bila ibadah kita menjadi sia-sia hanya karena kita tidak bisa mengekang lidah. Bagi orang yang pendiam, mungkin tidak ada masalah, namun bagi orang yang suka ngobrol, bersikap diam bisa menjadi kesulitan tersendiri, lagipula tidak selamanya kita hanya diam. Ada saatnya kita harus bicara.

Seperti saya tulis di atas, diam adalah langkah awal yang paling aman, karena selanjutnya setelah Anda mampu mengekang lidah dengan baik, Anda harus menyuarakan iman Anda, menyuarakan hukum cinta kasih dalam setiap kata-kata Anda. Jika Anda selama ini adalah orang yang suka ngobrol kesana kemari tanpa arah pembicaraan yang jelas, bukan hal yang mudah untuk mengubah diri, tapi Anda harus berusaha untuk berubah jika Anda memang mau sungguh-sungguh menjadi anak Allah. Seringlah membaca firman-Nya dan berdoalah agar Tuhan memberikan Anda lidah seorang murid yang senantiasa mewartakan kebenaran dan kasih, yang senantiasa mewartakan isi hati Tuhan

Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid." (Yesaya 50:4)
Jika setiap kata yang Anda ucapkan berkenan kepada-Nya maka sungguh berbahagialah Anda. mintalah anugerah itu Saudara. jadilah gema-Nya di dunia ini. tinggalkan semua perkataan sia-sia yang hanya membuat ibadah Anda menjadi percuma. Ingat, setiap kata sia-sia yang Anda ucapkan harus dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman nanti.

jagalh lidahmu

Setiap hari kita tak lepas dari bertemu manusia, memang manusia adalah makhluk sosial yang sudah tentu tidak dapat hidup sendiri dan saling membutuhkan satu sama lain. Dalam kondisi ini media silaturrahmi yang paling sering digunakan adalah lisan atau dalam bahasa kita adalah lidah. Dengan lisan inilah kita berkata-kata menyampaikan apa yang berada dibenak ataupun di alam pikiran kita kepada orang yang menjadi lawan bicara kita. Ketika apa yang kita ucapkan salah maka tentu membuat orang tersebut tersinggung sebaliknya apabila apa yang kita ucapkan enak untuk didengar maka susana silaturrahim yang tercipta tentu akan semakin akrab. Jadi begitu besarnya peran lidah ini dalam membina suasana silahturahmi dalam kehidupan kita.
Selain itu banyak hal yang baik dapat dilakukan dengan media ini seperti memberikan nasihat, menyampaikan ilmu pengetahuan, membaca Al-Qur’an, dzikir hingga menjaga lidah agar berkata-kata yang baik dianggap sebagai suatu keselamatan sebagaimana sabda Rasulullah ketika ‘Uqbah bin ‘amir tentang keselamatan Rasulullah menjawab keselamatan itu adalah kamu menjaga lidahmu. Sebaliknya dengan lidah ini pula banyak hal-hal jelek dilakukannya seperti memfitnah, menggibah, berdusta. Dalam sebuah ungkapan pujangga ”keselamatan seorang itu dalam menjaga lidahnya”. Jadi perlu perhatian khusus dalam menjaga karunia Allah yang satu ini agar apa yang keluar darinya menjadi lebih bermanfa’at bagi dirinya sendiri ataupun orang disekitarnya. Rasulullah bersabda : “Hendaklah seseorang itu berkata yang baik-baik atau diam” ( Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini menerangkan bagaimana peran lisan ini sangat berpengaruh dalam kehidupan kita hingga Rasulullah menyuruh kita berkata yang baik-baik dan jikalau kita tidak mampu hendaklah diam.
Di dalam Alqur’an ada bentuk-bentuk qawl (bertutur) yang digunakan al-qur’an dalam mengatur lidah kita dalam berbicara kepada sesama :
  1. Qawalum Ma’ruf (Berkata-kata yang baik)
Allah berfirman dalam al-qur’an surat al-Baqarah ayat 263 : “Perkataan yang baik dan pemberian ma’af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasan si penerima). Ayat ini merupakan anjuran untuk menuturkan kata-kata yang baik dalam melaksanakan kebajikan. Dan digambarkan dalam ayat ini bershodakah merupakan perbuatan kebajikan namun menjadi batal karena dinodai oleh kata-kata yang tidak baik. Di ayat lainpula Allah memerintahkan agar berkata yang baik seperti dalam surat Muhammad ayat 21 :“Taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka)”
  1. Qawlan Sadida (berkata-kata yang benar)
Hal ini diungkapkan Allah dalam surat An-Nisa’ ayat 9 : “Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. Dari ayat ini dapat dimengerti bahwa berkata yang benar adalah bagian dari bertakwa. Jadi sebaliknya orang yang tidak berkata benar sama seperti orang-orang fasik yang digambarkan dalam surat Al-’Araf ayat 162 : “Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka. Maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka”.
  1. Qawlan Baligha (Perkataan yang membekas dihati)
Kata ini ditegaskan Allah dalam Surat An-Nisa ayat 63 : “Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwa mereka”.
Al-qur’an menerangkan ketika Nabi Muhammad saw menghadapi orang munafiq hendaklah berkata kepada mereka dengan perkataan yang singkat dan jelas. Bentuk komunikasi yang digunakan ketika menghadapi orang yang munafik adalah bukan dengan meninggalkannya tanpa meninggalkan sepatah kata pun tetapi tetap menghadapinya dan berkata dengan singkat dan jelas.
  1. Qawlan Karima (Perkataan yang mulia)
Perkataan yang mulia ini di gambarkan Allah ketika kita seorang anak berbicara dengan kedua orang tua. Seperti dalam surat al-Isra ayat 23 : “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. Dalam ayat ini nampak tergambar dengan jelas bagaimana menghadapi orang yang sudah tua ; pikun terlepas itu orang tua kita sendiri secara khusus maupun orang lain hendaklah berkata-kata yang karima, karima disini dapat diartikan mulia atau lemah lembut. Sahabat nabi Ibnu Bajjah at-tujaibi pernah bertanya kepada Sa’id ibnu musayyaf tentang makna qawlan karima, Ibnu Musyyab menjawab bahwa yang dimaksud dengan qawaln karima adalah perkataan yang digunakan seorang hamba sahaya (budak) kepada tuannya yang mempunyai perangai sangat kasar. Jadi ungkapan yang paling halus dari seorang budak kepada tuanya tersebutlah yang dimaksud dengan qawlan karima.
  1. Qawalan maysura (uacapan yang pantas)
Etika ketika menghadapi beberapa tipologi orang seperti orang miskin, keluarga yang kurang mampu, orang yang dalam perjalanan kehabisan bekal sedang kitapun pada kondisi ketika itu tidak dapat membantu mereka, maka al-qur’an mengajarkan pada kondisi seperti ini hendaklah mengucapkan kata-kata yang pantas agar tidak menyinggung perasaan mereka. Seperti dalam surat al-Isra’ ayat 28 : “Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas”.
Ungkapan-ungkapan kata diatas merupakan pelajaran yang dilukisakan al-qur’an ketika bekita berbicara terhadap sesama manusia apakah dia orang baik ataupun tidak, hendaklah tetap diladeni agar terciptanya suatu komunikasi yang sehat. Dari apa yang sudah digambarkan ayat tersebut orang yang menjadi lawan bicara tidaklah menjadi halangan kita untuk berkomunikasi dengan pola-pola yang secara umum sudah digambarkan al-qur’an dalam ayat tersebut.
Nampaknya lidah bukanlah hal yang sederhana dan sepele yang dapat kita lupakan tanpa ada usaha untuk mengontrolnya dan lepas dari rel-rel yang sudah digariskan Allah swt. Di antara sifat orang-orang yang mendapat kemuliaan dari Allah adalah orang yang menjaga lidahnya bahkan ketika bertemu orang jahil sekalipun hendaknya tetaplah berkata baik. Seperti dalam surat al-furqan ayat 63 :“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-lata yang baik”. Dalam Tafsir ibnu Katsir dijelaskan sekalipun orang jahil tersebut berdusta dengan kata-kata yang kasar kepada kita maka hendaklah seorang mema’afkannya dan bersalam kepada mereka dan janganlah kita membalas dengan apa yang mereka katakan.
Akhiran, merupakan suatu kewajiban bagi setiap manusia untuk mensyukuri karunia Allah yang satu ini mengingat betapa banyak dan berperannnya dalam mewarnai kehidupan ini. Kita berharap semoga karuani yang diberi kepada kita berupa lidah dapat kita jaga agar selalu ber-kata yang benar dan membawa man’afat yang lebih baik. Semoga kita tidak di golongkan orang yang selalu dilaknat allah karena menggunakan lidah kita untuk berbohong “laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang berdusta” (Ali Iimran ayat 61 ).





























Selasa, 14 Juni 2011

i love my self


Aku Sangat Berharga
Gadis Ngobrol

Harga diri. Banyak yang bilang penting, tapi ada juga yang bilang “jangan makan gengsi”. Apapun itu, sebagai cewek, kita harus menghargai diri sendiri, malah kalau bisa setinggi-tingginya. Ada berbagai cara untuk menghargai diri kita, seperti:
  • Satu hal yang nggak boleh kita lupa. We are the best, and we deserve to have the best. Hal ini penting banget kita terapkan buat menyeleksi cowok-cowok yang mendekati kita. Jangan mau sama cowok yang menganggap kita bukan yang terbaik.
  • Kita hebat karena diri kita sendiri. Jangan biarkan orang lain jadi penentu kekerenan kita. Punya cowok ganteng atau teman-teman popular nggak akan merubah siapa kita sebenarnya. Kalau ingin lebih hebat, perbaiki diri kita, bukan dengan mengganti orang-orang terdekat.
  • Dare to say no. Saat menyadari ada orang yang ingin mengambil kesempatan dan memanfaatkan kita, segera bertindak dan bilang tidak sama mereka. Ingat, orang yang benar-benar sayang sama kita, nggak akan menyakiti dan merugikan kita.
  • Claim what yours. Nggak ada salahnya protes kalau memang ternyata usaha dan prestasi kita nggak dihargai sebesar yang seharusnya. Itu hak kita lho untuk menerima balasan atas kerja keras kita.
  • Respect one self respect others. Merendahkan orang lain nggak bakal bikin kita jadi lebih hebat. Hal itu malah bikin kita terlihat buruk di mata orang sekitar, dan bikin mereka malah nggak menghargai kita. So, stop pointing finger!

no body's perfect

jangan menyerah

tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
kita pasti pernah
dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini
tak ada artinya lagi

syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik
tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi

Tuhan pasti kan menunjukkan
kebesaran dan kuasanya
bagi hambanya yang sabar
dan tak kenal putus asa


Source: http://liriklaguindonesia.net/d/dmasiv/dmasiv-jangan-menyerah/#ixzz1PG2lzQpp